Kabar Gembira! Harga Sembako di PPU Alami Penurunan, Warga Lebih Lega
Info Penajam- Penajam Paser Utara (PPU) membawa kabar baik bagi warganya menjelang akhir Agustus 2025. Pemantauan harga Sembako kebutuhan pokok sejak 20 hingga 24 Agustus menunjukkan tren penurunan pada sejumlah komoditas penting. Kondisi ini tentu menjadi angin segar bagi masyarakat, terutama di tengah dinamika ekonomi yang sering kali membuat harga bahan pokok tidak menentu.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) PPU, Mulyono, menegaskan bahwa ketersediaan stok yang cukup, khususnya cabai, menjadi faktor utama turunnya harga. “Kami terus melakukan pemantauan harian di pasar. Penurunan ini menunjukkan pasokan aman, sehingga harga menjadi lebih terjangkau bagi masyarakat,” ujarnya, Minggu (24/8).

Baca Juga : Pergantian Pengurus Gelora PPU Disorot, Diduga Tanpa Musyawarah
Daftar Komoditas yang Mengalami Penurunan Harga
Berdasarkan data terakhir, beberapa bahan pokok mengalami penurunan cukup signifikan:
-
🌶️ Cabai rawit merah turun 7,94% atau Rp 4.167, kini di harga Rp 48.333/kg.
-
🍬 Gula konsumsi turun 3,57% atau Rp 667, menjadi Rp 18.000/kg.
-
🧄 Bawang putih bonggol turun 2,04% atau Rp 833, menjadi Rp 40.000/kg.
-
🌶️ Cabai merah keriting turun 1,70% atau Rp 834, menjadi Rp 48.333/kg.
-
🌶️ Cabai merah besar turun 1,45% atau Rp 833, menjadi Rp 56.667/kg.
-
🌾 Tepung terigu kemasan turun 1,27% atau Rp 167, menjadi Rp 13.000/kg.
-
🍗 Daging ayam ras turun 0,92% atau Rp 333, menjadi Rp 36.000/kg.
-
🛢️ Minyakita turun tipis 0,44% atau Rp 83, menjadi Rp 18.667/liter.
Turunnya harga cabai rawit merah menjadi sorotan utama, sebab komoditas ini kerap menyumbang inflasi di banyak daerah. Dengan harga yang lebih terjangkau, beban masyarakat sedikit berkurang.
Komoditas yang Stabil
Tidak semua harga bergerak turun. Beberapa komoditas tetap stabil, menandakan pasokan yang terkendali, di antaranya:
-
Kedelai biji kering impor Rp 10.840/kg
-
Daging sapi murni Rp 150.000/kg
-
Tepung terigu curah Rp 10.000/kg
-
Jagung tingkat peternak Rp 6.560/kg
-
Garam konsumsi Rp 10.000/bungkus
-
Ikan tongkol Rp 35.000/kg
-
Beras SPHP Rp 13.000/kg
-
Ikan kembung Rp 55.000/kg
Kestabilan harga ini membuat masyarakat dapat tetap berbelanja dengan perencanaan yang lebih mudah tanpa khawatir lonjakan mendadak.
Beberapa Harga Justru Naik
Meski sebagian besar bahan pokok mengalami penurunan, ada pula komoditas yang justru naik, meski tidak terlalu besar:
-
🧅 Bawang merah naik 2,79% atau Rp 1.667, menjadi Rp 61.667/kg.
-
🛢️ Minyak goreng kemasan naik 1,76% atau Rp 833, menjadi Rp 23.000/liter.
-
🌾 Beras medium naik 1,52% atau Rp 250, menjadi Rp 16.667/kg.
-
🐟 Ikan bandeng naik 1,16% atau Rp 333, menjadi Rp 29.000/kg.
-
🥚 Telur ayam ras naik 0,56% atau Rp 167, menjadi Rp 30.000/kg.
-
🌾 Beras premium naik 0,47% atau Rp 83, menjadi Rp 17.833/kg.
Mulyono menjelaskan, kenaikan harga ini disebabkan oleh beberapa faktor, mulai dari meningkatnya permintaan hingga biaya distribusi yang fluktuatif. “Kami akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait agar harga tetap terkendali dan tidak membebani masyarakat,” tegasnya.
Harapan untuk Masyarakat
Dengan adanya pergerakan harga ini, Disketapang PPU berharap masyarakat dapat lebih bijak dalam berbelanja. Informasi harga yang transparan diharapkan membantu warga merencanakan kebutuhan rumah tangga dengan lebih baik.
Selain itu, pemerintah daerah terus berkomitmen menjaga stabilitas pasokan, sehingga harga kebutuhan pokok bisa tetap terjangkau dan daya beli masyarakat tetap terjaga.
“Semoga tren penurunan harga ini bisa bertahan, bahkan berlanjut, sehingga masyarakat merasa lebih lega dan nyaman dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari,” tutup Mulyono.















