IFG Symphony Choir Raih Medali Emas di Festival Paduan Suara Internasional Nusantara 2025
Info Penajam- Suara merdu bergema dari panggung megah di Nusantara International Choir Folk Festival (NICFF) 2025 yang berlangsung di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, pada 4–7 September 2025. Dari puluhan peserta yang datang dari berbagai daerah Indonesia hingga mancanegara, satu nama berhasil mencuri perhatian: IFG Symphony Choir.
Dalam debut perdananya di ajang internasional, tim paduan suara yang beranggotakan karyawan Indonesia Financial Group (IFG) ini berhasil membawa pulang Gold Medal atau medali emas. Sebuah prestasi membanggakan, bukan hanya bagi IFG, tetapi juga bagi dunia seni dan budaya Indonesia.
Ajang Bergengsi dengan Nuansa Budaya Dunia
NICFF 2025 digelar dengan mengusung konsep harmoni budaya dan seni suara dunia. Festival ini menghadirkan Ken Steven sebagai Artistic Director dan mempertemukan berbagai kelompok paduan suara dari Indonesia serta sejumlah negara sahabat. Kompetisi berjalan ketat, penuh warna, dan sarat makna, menjadikan medali emas IFG Symphony Choir terasa begitu berharga.

Baca Juga : Pemerintah Kabupaten PPU Gelontorkan Rp13 Miliar Ubah Kawasan Kumuh
Paduan Suara dari Karyawan IFG Group
Yang membuat prestasi ini semakin istimewa, IFG Symphony Choir bukanlah tim profesional penuh waktu, melainkan komunitas karyawan yang berasal dari berbagai perusahaan di bawah naungan IFG Group. Meski keseharian mereka bergelut di bidang asuransi, penjaminan, dan investasi, semangat bermusik dan cinta budaya menyatukan 25 anggota tim ini.
Penampilan mereka yang maksimal membuktikan bahwa dedikasi dan kerja sama bisa melahirkan kualitas setara dengan tim paduan suara profesional. Dewan juri pun memberikan apresiasi tinggi atas harmoni suara, penghayatan mendalam, serta semangat kolektif yang mereka tunjukkan.
Membawakan Lagu Nusantara dan Global
Dalam babak penampilan, IFG Symphony Choir menghadirkan dua lagu penuh makna. Pertama, “Cikala Le Pong Pong” dari suku Batak Pakpak, Sumatera Utara (aransemen Ken Steven). Lagu ini menampilkan kekayaan tradisi lokal dengan aransemen yang dinamis dan penuh energi.
Kedua, mereka membawakan “Circle of Life/Nants Ingonyama” (aransemen Roger Emerson), lagu ikonik dengan nuansa global yang sarat pesan keterbukaan dan kebersamaan. Kombinasi keduanya menunjukkan identitas Indonesia sekaligus keterhubungan dengan dunia internasional.
“Kami ingin menunjukkan bahwa musik adalah bahasa universal. Dari tradisi Nusantara hingga lagu dunia, semuanya bisa menyatu dalam harmoni,” ungkap salah satu anggota paduan suara dengan penuh rasa bangga.
Dukungan IFG untuk Seni dan Budaya
Prestasi ini mendapat sambutan positif dari manajemen IFG. Sekretaris Perusahaan IFG, Denny S. Adji, menyebut kemenangan ini sebagai bukti bahwa karyawan IFG memiliki bakat luar biasa, tidak hanya di dunia profesional, tetapi juga di bidang seni dan budaya.
“Raihan Gold Medal ini menunjukkan kontribusi nyata karyawan IFG di luar pekerjaan mereka sehari-hari. Kami bangga karena pencapaian ini sejalan dengan semangat IFG untuk menghadirkan karya membanggakan bagi bangsa, sekaligus memperkuat citra positif Ibu Kota Nusantara di mata dunia,” ujar Denny usai pengumuman.
Lebih dari Sekadar Prestasi
Keberhasilan IFG Symphony Choir di NICFF 2025 bukan hanya soal medali. Lebih jauh, kemenangan ini menjadi pemicu semangat baru bagi komunitas karyawan IFG Group untuk terus berkarya, berkreasi, dan berkolaborasi.
Prestasi ini juga menegaskan bahwa IFG berperan lebih luas dari sekadar sektor finansial. Melalui seni paduan suara, IFG ikut serta dalam memperkenalkan budaya Indonesia ke dunia, sembari menegaskan posisi IKN sebagai pusat pertemuan budaya internasional.
Dengan semangat harmoni, IFG Symphony Choir telah membuktikan bahwa musik bisa menjadi jembatan persahabatan, kebanggaan bangsa, sekaligus simbol kontribusi nyata BUMN Indonesia di kancah global.















