Breaking News
"Berita" adalah sajian informasi terkini yang mencakup peristiwa penting, fenomena sosial, perkembangan ekonomi, politik, teknologi, hiburan, hingga bencana alam, baik dari dalam negeri maupun mancanegara. Kontennya disusun berdasarkan fakta dan disampaikan secara objektif, akurat, dan dapat dipercaya sebagai sumber referensi publik.
Grab
Grab
Grabe Grabe Grabe

Pembangunan Bendungan Lawe-Lawe Dilanjutkan, Kini Dibiayai Penuh oleh APBN

Proyek Strategis Nasional: Pembangunan Bendungan Lawe-Lawe Dilanjutkan, Kini Didanai APBN

Info Penajam- Pembangunan Bendungan Lawe-Lawe di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dipastikan tetap berjalan. Proyek penting untuk ketahanan air bersih ini kini resmi diambil alih oleh pemerintah pusat dan akan dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Langkah ini menjadi sinyal positif bagi masyarakat PPU, mengingat bendungan tersebut akan menjadi satu-satunya sumber air baku utama dalam lima hingga tujuh tahun ke depan.

Pemerintah Pusat Ambil Alih Pembiayaan

Direktur Perusahaan Umum Daerah Air Minum Danum Taka, Abdul Rasyid, menjelaskan bahwa proyek ini tidak dibatalkan ataupun ditunda, melainkan dialihkan pembiayaannya ke pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

“Pengerjaan Bendungan Lawe-Lawe rencananya diambil alih pemerintah pusat. Kami juga sudah melakukan peninjauan langsung ke lokasi. Dari informasi yang kami terima dari Balai Wilayah Sungai (BWS), ini hanya proses penyesuaian anggaran,” jelas Rasyid, Jumat (17/10/2025).

Ia menegaskan, proyek tersebut tetap menjadi prioritas. Meski sebelumnya sempat terkendala efisiensi anggaran di Kementerian PUPR, komitmen untuk melanjutkan pembangunannya tidak berubah.

Pembangunan Bendungan Lawe-Lawe Dilanjutkan, Kini Dibiayai Penuh oleh APBN
Pembangunan Bendungan Lawe-Lawe Dilanjutkan, Kini Dibiayai Penuh oleh APBN

Baca Juga : Pemkab Penajam Paser Utara Genjot Pelayanan Publik Lewat Sistem Terpadu

Dukungan Pemerintah Daerah

Bupati Mudyat Noor bahkan sudah dua kali melakukan pertemuan langsung dengan pihak kementerian untuk memastikan proyek strategis ini tetap berjalan.

“Bupati untuk kedua kalinya menemui Menteri PUPR, dan Bendungan Lawe-Lawe kembali dibahas dalam pertemuan tersebut. Dengan komunikasi yang baik bersama BWS, kami optimistis pengerjaan bisa dilanjutkan pada tahun depan,” kata Rasyid.

Dengan diambil alihnya pembiayaan proyek ini oleh APBN, beban keuangan daerah akan berkurang signifikan. Sebelumnya, rencana awal pembiayaan masih mengandalkan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Penting untuk Ketahanan Air Baku

Keberadaan Bendungan Lawe-Lawe sangat vital bagi ketahanan pasokan air baku di wilayah PPU. Dalam lima hingga tujuh tahun ke depan, bendungan ini diproyeksikan menjadi sumber utama pasokan air bagi masyarakat dan sektor industri, termasuk mendukung pertumbuhan kawasan strategis seperti Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Untuk lima sampai tujuh tahun ke depan, satu-satunya alternatif air baku untuk pengamanan air hanya Bendungan Lawe-Lawe. Maka kami akan terus kawal proyek ini hingga terealisasi,” tutup Rasyid.

Harapan Masyarakat

Warga sekitar menyambut baik kabar kelanjutan proyek ini. Mereka berharap pembangunan bendungan bisa segera dimulai agar pasokan air bersih di wilayah PPU lebih stabil dan tidak tergantung musim.

Selain itu, proyek ini juga diperkirakan dapat membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar dan meningkatkan aktivitas ekonomi lokal selama masa konstruksi.

Dengan masuknya proyek Bendungan Lawe-Lawe dalam skema APBN, harapan akan percepatan pembangunan infrastruktur air di Kalimantan Timur semakin besar. Pemerintah pusat dan daerah kini diharapkan dapat bersinergi agar proyek ini berjalan tepat waktu dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

tokopedia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *