Breaking News
"Berita" adalah sajian informasi terkini yang mencakup peristiwa penting, fenomena sosial, perkembangan ekonomi, politik, teknologi, hiburan, hingga bencana alam, baik dari dalam negeri maupun mancanegara. Kontennya disusun berdasarkan fakta dan disampaikan secara objektif, akurat, dan dapat dipercaya sebagai sumber referensi publik.
Grab
Grab
Grabe Grabe Grabe

SPPG Wajib Kelola Limbah Organik, Dinas Kesehatan Penajam Tegas Terapkan Aturan

Pemkab Penajam Dorong Pengelolaan Limbah Dapur Program Makan Bergizi Jadi Pakan Ternak dan Pupuk Organik

Info Penajam- Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, terus berupaya menciptakan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tidak hanya bermanfaat bagi peserta didik, tetapi juga ramah lingkungan. Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah mendorong pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk mengelola limbah organik dari dapur umum MBG menjadi pakan ternak atau pupuk organik.

“Pemerintah kabupaten menekankan, pengelola SPPG harus bertanggung jawab terhadap limbah dapur MBG,” tegas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Penajam Paser Utara, Jensje Grace Makisurat, Selasa (14/10).

Menurutnya, sisa bahan makanan dan limbah organik dapur tidak boleh dibiarkan menumpuk atau mencemari lingkungan. Sebaliknya, sisa tersebut dapat dimanfaatkan secara produktif, misalnya diolah menjadi pakan ternak atau pupuk organik yang bermanfaat bagi masyarakat sekitar.

“Kami ingin program makan bergizi ini juga berdampak positif bagi lingkungan. Limbah organik yang dihasilkan bisa dimanfaatkan, bukan dibuang percuma,” tambahnya.

SPPG Wajib Kelola Limbah Organik, Dinas Kesehatan Penajam Tegas Terapkan Aturan
SPPG Wajib Kelola Limbah Organik, Dinas Kesehatan Penajam Tegas Terapkan Aturan

Baca Juga : Bupati PPU Noor Tinjau RSUD RAPB, Pastikan Pelayanan Kesehatan Makin Prima


Sekolah Didukung Manfaatkan Limbah Dapur

Tak hanya SPPG, pemerintah kabupaten juga mengimbau sekolah-sekolah penerima manfaat Program MBG untuk ikut berperan aktif dalam pengelolaan limbah. Salah satunya dengan memanfaatkan sisa makanan untuk pakan ternak.

Langkah ini tidak hanya mengurangi volume sampah organik, tetapi juga dapat mendukung kegiatan ekonomi kecil di sekitar sekolah. Misalnya, limbah sayur dan nasi dapat diberikan ke peternak ayam atau itik, sementara limbah lainnya bisa difermentasi menjadi kompos untuk tanaman.


Harus Penuhi Sertifikasi Higiene dan Sanitasi

Dalam operasionalnya, setiap SPPG diwajibkan memenuhi standar kesehatan dan kebersihan. Salah satu persyaratan penting adalah memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) yang diterbitkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Penajam Paser Utara.

“Setelah SPPG melengkapi SLHS, barulah bisa disahkan beroperasi oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP),” jelas Jensje.

Hingga saat ini, dua SPPG di Kecamatan Penajam dan satu SPPG di Kecamatan Sepaku telah melalui uji kelayakan higiene dan sanitasi. Berdasarkan hasil pemeriksaan, ketiga dapur umum MBG tersebut dinilai cukup memenuhi standar kebersihan.


4.102 Porsi Makan Bergizi Setiap Hari

Ketiga SPPG yang dikelola di bawah koordinasi Badan Gizi Nasional (BGN) saat ini telah aktif beroperasi. Mereka menyalurkan sebanyak 4.102 porsi makanan bergizi setiap hari untuk peserta didik di 27 sekolah yang menjadi sasaran program.

Jensje menegaskan, selain memastikan makanan bergizi tersalurkan dengan baik, pemerintah juga ingin memastikan semua proses berjalan sesuai standar kesehatan dan kebersihan. Pengelolaan limbah menjadi bagian penting dari rantai pelayanan tersebut.

“Dapur MBG wajib memiliki sertifikat laik higiene sanitasi. Dengan begitu, keamanan pangan dan kebersihan dapur benar-benar terjaga,” ujarnya.


Mendorong Kesadaran Lingkungan dan Kemandirian

Program ini tidak hanya berorientasi pada pemenuhan gizi anak-anak sekolah, tetapi juga diarahkan untuk membangun kesadaran lingkungan serta kemandirian masyarakat. Melalui pengelolaan limbah organik, pemerintah berharap masyarakat dapat berinovasi—baik dengan membuat pupuk organik untuk pertanian lokal maupun mendukung usaha peternakan kecil.

“Kami ingin program ini memberikan manfaat ganda: anak-anak sehat, lingkungan bersih, dan masyarakat sekitar ikut merasakan dampaknya,” tutup Jensje.

tokopedia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *