Transaksi QRIS di Balikpapan, PPU, dan Paser Lampaui Target Nasional: Bukti Digitalisasi Pembayaran Makin Diminati
Info Penajam- Era digitalisasi semakin terasa nyata di Kalimantan Timur. Salah satu buktinya adalah penggunaan sistem pembayaran digital QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) yang terus tumbuh pesat di Kota Balikpapan, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), dan Kabupaten Paser. Hingga akhir Juli 2025, jumlah transaksi QRIS di tiga wilayah kerja Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Balikpapan telah melampaui target nasional dengan capaian mencapai 109,96 persen.
Kepala KPwBI Balikpapan, Robi Ariadi, mengungkapkan bahwa sepanjang Januari hingga Juli 2025, tercatat 33.108.868 transaksi QRIS, jauh di atas target tahunan 2025 yang ditetapkan sebesar 30,11 juta transaksi.
“Capaian ini menunjukkan antusiasme masyarakat dalam memanfaatkan transaksi digital semakin tinggi, sekaligus menandakan bahwa digitalisasi sistem pembayaran di Kalimantan Timur terus berkembang positif,” ujar Robi di Balikpapan, Rabu (27/8).

Baca Juga : BI Ingatkan Inflasi di Penajam Paser Utara: Tomat dan Cabai Penyumbang Utama Kenaikan Harga
Merchant QRIS Tembus 115,56 Persen dari Target
Tak hanya dari sisi volume transaksi, pertumbuhan jumlah merchant QRIS juga mencatat hasil yang menggembirakan. Hingga Juli 2025, jumlah merchant baru QRIS di wilayah kerja BI Balikpapan mencapai 28.045 merchant, atau 115,56 persen dari target 24.265 merchant.
Secara keseluruhan, merchant aktif QRIS di wilayah Balikpapan, PPU, dan Paser kini tercatat sebanyak 251.654 merchant. Lonjakan jumlah merchant ini membuktikan semakin banyak pelaku usaha, baik skala besar maupun UMKM, yang memilih bergabung dengan ekosistem pembayaran digital demi memudahkan transaksi pelanggan.
Pengguna QRIS di Kaltim Tembus 819 Ribu
Pertumbuhan pengguna QRIS di Provinsi Kalimantan Timur juga tidak kalah menggembirakan. Hingga akhir Juli 2025, jumlah pengguna tercatat sebanyak 819.281 orang, atau sudah mendekati target provinsi sebesar 831.298 orang.
Dari jumlah tersebut, hampir 50 persen pengguna atau sekitar 409 ribu orang, berasal dari wilayah kerja KPwBI Balikpapan. Hal ini menandakan bahwa masyarakat di Balikpapan, PPU, dan Paser semakin terbiasa melakukan transaksi nontunai yang lebih praktis dan aman.
QRIS Cross Border: Jepang Jadi Mitra Baru
Inovasi terbaru yang juga menarik perhatian adalah peluncuran QRIS Cross Border Jepang. Jepang resmi menjadi mitra keempat setelah Thailand, Malaysia, dan Singapura. Menariknya, peluncuran kerja sama ini dilakukan bertepatan dengan peringatan HUT RI ke-80 pada 17 Agustus 2025.
Melalui integrasi sistem pembayaran real-time ini, wisatawan Jepang kini bisa langsung bertransaksi di Indonesia menggunakan aplikasi pembayaran asal Jepang yang sudah terhubung dengan QRIS. Begitu pula sebaliknya, wisatawan Indonesia yang berkunjung ke Jepang dapat bertransaksi dengan mudah tanpa perlu repot menukar mata uang.
“QRIS Cross Border mendukung sektor pariwisata, perdagangan ritel, hingga UMKM. Selain itu, kerja sama ini juga menjadi bagian dari ASEAN Regional Payment Connectivity (RPC), yang memperkuat integrasi sistem pembayaran di kawasan,” jelas Robi.
Biaya MDR dan Peran Industri
Robi juga menjelaskan terkait Merchant Discount Rate (MDR) QRIS, yaitu biaya jasa yang dikenakan kepada merchant oleh Penyelenggara Jasa Pembayaran (PJP). Ia menegaskan bahwa Bank Indonesia tidak mengambil keuntungan dari MDR, karena seluruh biaya tersebut menjadi hak industri, termasuk penerbit (issuer), acquirer (pengelola merchant), lembaga switching, Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI), dan PTEN (Penyelesaian Transaksi Elektronik Nasional).
“MDR sepenuhnya ditanggung merchant dan tidak dibebankan kepada konsumen. Jadi masyarakat tetap bisa menikmati kemudahan transaksi digital tanpa biaya tambahan,” tegasnya.
Digitalisasi Perkuat Ekonomi Daerah
Capaian ini bukan hanya sekadar angka, tetapi juga bukti bahwa digitalisasi pembayaran telah menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Kalimantan Timur. Mulai dari belanja kebutuhan harian di pasar, transaksi UMKM, hingga pembayaran di pusat perbelanjaan modern, semua semakin dimudahkan dengan hadirnya QRIS.
Dengan pertumbuhan yang melampaui target nasional, diharapkan adopsi QRIS ke depan akan semakin luas, sehingga mampu mendukung percepatan inklusi keuangan, memperkuat sektor UMKM, dan pada akhirnya mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih sehat dan modern.















