Breaking News
"Berita" adalah sajian informasi terkini yang mencakup peristiwa penting, fenomena sosial, perkembangan ekonomi, politik, teknologi, hiburan, hingga bencana alam, baik dari dalam negeri maupun mancanegara. Kontennya disusun berdasarkan fakta dan disampaikan secara objektif, akurat, dan dapat dipercaya sebagai sumber referensi publik.
Grab
Grab
Grabe Grabe Grabe

Pemerintah Kabupaten PPU Gelontorkan Rp13 Miliar Ubah Kawasan Kumuh

Penajam Paser Utara Siapkan Rp13 Miliar untuk Mengubah Kawasan Kumuh Jadi Lebih Layak Huni

Info Penajam- Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terus menunjukkan komitmen untuk memperbaiki kualitas lingkungan warganya. Tahun ini, program penataan kawasan kumuh kembali digencarkan di dua titik utama, yakni Kecamatan Penajam dan Kecamatan Sepaku. Langkah ini bukan hanya untuk mempercantik wajah kota, tetapi juga untuk meningkatkan kenyamanan hidup masyarakat.

Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Disperkimtan) PPU, Riviana Noor, menjelaskan bahwa program penataan kawasan kumuh tersebut mendapat dukungan dana yang cukup besar. “Pemprov Kaltim memberikan dukungan anggaran sekitar Rp13 miliar untuk penataan kawasan kumuh,” ujar Riviana, Minggu (7/9/2025). Dana ini bersumber dari APBD Kaltim dan diarahkan langsung untuk memperbaiki kawasan-kawasan yang dinilai tidak layak huni.

Pemerintah Kabupaten PPU Gelontorkan Rp13 Miliar Ubah Kawasan Kumuh
Pemerintah Kabupaten PPU Gelontorkan Rp13 Miliar Ubah Kawasan Kumuh

Baca Juga : Kementerian HAM Tekankan Kualitas Pangan MBG Demi Sukseskan IKN di Kaltim

Fokus di Dua Kelurahan

Penataan tahun ini difokuskan pada dua kelurahan, yaitu Kelurahan Penajam di Kecamatan Penajam dan Kelurahan Maridan di Kecamatan Sepaku. Di Penajam, titik penataan berada di sekitar kawasan eks Dinas Kesehatan (Dinkes) PPU yang selama ini dikenal padat dan kurang tertata. “Tujuannya agar kekumuhan berkurang dan kawasan tersebut terlihat indah kembali,” kata Riviana.

Lebih dari Sekadar Mempercantik

Program ini tidak sekadar membangun fasilitas baru, tetapi juga menghadirkan ruang terbuka hijau (RTH) agar masyarakat memiliki tempat berkumpul yang nyaman. Selain itu, pemerintah sedang mempercepat pemasangan hydrant atau alat pemadam kebakaran di permukiman warga serta memperluas akses air bersih. “Kami menata kawasan sedemikian rupa agar lebih cantik dan masyarakat terbebas dari kesan kumuh,” tambah Riviana.

Langkah-langkah tersebut diharapkan mampu menjawab persoalan yang selama ini menjadi indikator kawasan kumuh. Tercatat ada tujuh indikator penilaian, mulai dari kondisi bangunan gedung, jalan lingkungan, drainase, pengelolaan sampah, pengelolaan limbah, sistem penyediaan air minum, hingga proteksi kebakaran.

Lanjutan Program Tahun Sebelumnya

Pada tahun sebelumnya, Pemprov Kaltim telah menangani sebagian persoalan jalan dan lingkungan. Tahun 2025 ini program dilanjutkan dengan fokus pada penyediaan hydrant dan air bersih. Dengan sinergi antara Pemkab PPU dan Pemprov Kaltim, kawasan yang sebelumnya kumuh diharapkan dapat berubah menjadi lingkungan yang lebih tertata, sehat, dan layak huni.

Program penataan ini sekaligus membuka peluang bagi masyarakat untuk turut menjaga lingkungan. Warga diajak untuk menjaga fasilitas yang dibangun agar manfaatnya terasa lebih lama. Dengan cara ini, dana besar yang dikucurkan tidak hanya mempercantik kota sementara, tetapi juga menciptakan perubahan jangka panjang yang nyata bagi kehidupan sehari-hari.

tokopedia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *